Happy new
year 2015!!!
Yeah, it will
be new year, but I still remember the happy and sad events in 2014. Kalau ku
ingat kembali, banyak kejadian menyenangkan dan menyedihkan yang terjadi di
tahun 2014.
Salah satu
kejadian yang menyedihkan itu adalah aku harus rela mengikhlaskan kepergian
orang yang aku sayangi, Mbah Kakung. Aku benar-benar merasa kehilangan beliau.
Beliau pergi membawa janji yang ku rasa belum sempat ku tepati, walaupun
sebenarnya kata My Beloved Mom telah ku tepati. Aku dan keluargaku di Takalar
sempat berjanji kepada beliau bahwa kami akan berkumpul bersama beliau di
Sragen saat hari lebaran. Tapi apalah daya, Mbah Kakung sudah duluan berpulang
ke rahmatullah sebelum Ramadhan tiba. Yah, setidaknya, My Beloved Mom ada di
samping beliau di saat-saat terakhir beliau. Aku hanya bisa mendoakan Mbah
Kakung, semoga amal ibadah Mbah Kakung diterima disisi Allah Swt. serta
mendapat berkah dan ditempatkan diantara golongan kaum mukmin di
surga-Nya. Amin.
Sejak Mbah
Kakung pergi, aku jadi sering teringat oleh beliau. Bahkan, aku sempat
mengingat beliau ketika melihat anak kecil yang diantar ke tempat pengajian
oleh seorang kakek-kakek berambut putih (sepertinya kakeknya si anak kecil
tadi). Anak kecil itu tersenyum ceria mengarah ke sang kakek yang sedang
menggandengnya. Aku terenyuh dan dalam hatiku mengatakan, alangkah beruntungnya
anak itu, dia bisa merasakan kasih sayang seorang kakek sejak kecil tanpa ada
jarak yang memisahkan dia dan kakeknya. Sedangkan aku? Aku harus terpisah oleh
jarak yang jauh dengan Mbah Kakung dari kecil. Mbah Kakung ada di Sragen
dan aku ada di Takalar. Aku tidak pernah diantar ke tempat pengajian oleh Mbah
Kakung (Am I jealous?). Ya sudahlah ya, setidaknya, aku masih sempat merasakan
kasih sayang beliau, aku juga masih sempat mencium tangan beliau. Beliau pernah
beberapa kali ke Takalar dan aku pun juga pernah beberapa kali ke Sragen. Aku
benar-benar merasakan kasih sayang beliau ketika berada di dekat beliau. Dan
aku pun tahu ketika kami terpisah oleh jarak yang jauh, Mbah Kakung tetap
senantiasa menyayangi kami sekeluarga. I love you Mbah Kakung ^_^ you must
know, we’ll always love you forever and wherever we go.
Well, it’s so
sad events for me in 2014, kita beralih ke happy events in 2014. Hmm, kalau ku
ingat-ingat lagi yang termasuk di happy event for me itu adalah lahirnya N3 on
January, 22nd 2014. Yah, aku punya dua sahabat baru named Nunu
(Nurhidaya) and Nini (Murniati). Sebenarnya sih kami sahabatannya sudah sejak
tahun 2013, tapi kami baru menetapkan nama kesayangan on January, 22nd
2014. Oh iya, kalau nama kesayanganku itu Nana, jadi deh N3 (Nunu, Nini, and
Nana). Sudah banyak peristiwa menyenangkan yang ku alami bersama Nunu and Nini
di tahun 2014, such as naik tangga ke Puncak Menara Iqra on February, 9th
2014, jalan bertiga ke Pantai Losari on June, 26th 2014 and masih
banyak lagi peristiwa yang lain mulai dari yang menyenangkan, memalukan, sampai
yang menyedihkan juga ada. Eh, sebentar lagi tanggal 22, kami sudah punya
rencana untuk merayakan our anniversary, moga terlaksana dengan lancer deh.
Amin.
Well, ada
lagi kejadian yang menyenangkan di tahun 2014. Di tahun 2014, akhirnya aku
bersama-sama dengan keluargaku bisa pergi ke Banaran, Sambung Macan, Sragen
lagi. Alhamdulillah :D setelah sekian lama aku menantikannya akhirnya
penantianku terbalaskan. Kami sekeluarga ke Sragen untuk menepati janji kami
(janji yang tadi sudah ku ceritakan). Meskipun Mbah Kakung has gone, tapi janji
musti ditepati. Karena secara tidak langsung, kami bukan hanya berjanji kepada
Mbah Kakung, tapi kepada Mbah Putri juga. Finally on July, 28th 2014,
kami sekeluarga lebaran di Sragen. Setelah shalat id kami juga ziarah ke makam
Mbah Kakung dan inilah alasan mengapa My Beloved Mom mengatakan kalau janji
kami sudah ditepati. Kami juga menyelenggarakan 40 hariannya Mbah Kakung on
July, 31st 2014.
Aku senang
bisa ke Sragen lagi. Aku senang bisa ketemu sama Mbah Putri, Mbah Gin
sekeluarga, Puh Eko sekeluarga, Bude Sari sekeluarga and Om Nar sekeluarga. Ada
yang kurang sih, aku tidak bertemu dengan Lek Sum sekeluarga. But no problem,
everything’s gonna be alright. Pokoknya aku senang-senangkan deh diriku di
Sragen. Menghabiskan waktuku dengan menikmati segala hal di Sragen yang sering
membuatku merasa kangen, mulai dari menikmati bau dapurnya Mbah Putri,
melihat-lihat empang di belakang rumah yang banyak ikan lelenya and ada jamban
di atasnya, menimba air dari sumur, siram-siram lantai rumah yang masih
beralaskan tanah #eh tidak sampai siram-siram sih, soalnya saya tidak kuat
ngangkat watering can alias gembornya Mbah Putri yang berat :v jadilah Kakak
Nong yang siram-siram jogan. Trus apalagi ya yang sering bikin kangen? Oh iya,
makan mie tiwul, tapi sayang, mie tiwulnya tidak seenak yang dulu, rasanya
beda, mie-nya apek, bumbunya pun beda, seingatku dulu bumbunya tuh tidak kaya’
bumbu pecel, tapi bumbu mie tiwul yang ku makan malah kaya’ bumbu pecel. Aah
yasudahlah ya, lha saya juga datangnya pas pasar lagi tutup trus pas pasar buka
lagi aku mesti kembali lagi ke Sul-Sel, jadi ku nikmatin aja tuh mie tiwul apek
-_- #sepertinya kalimatku yang tadi terlalu bertele-tele :v
Oh iya, ada
harapanku yang belum kesampaian, yaitu pergi ke Candi Borobudur, Yogyakarta.
Padahal sebelum ke Sragen, aku and Kakak Nong sudah minta berulang kali ke Om
Nar supaya diajak ke sana, tapi…. Aah yasudahlah, seperti kata pepatah tak ada
rotan, akar pun jadi. Tak ada Candi Borobudur, Tugu Perbatasan Jawa Tengah dan
Jawa Timur pun jadi :v #hdeh sakitnya tuh di sini :’( Selain tuh tugu jadi
penggantinya, sebagai penggantinya kami berkunjung ke NDayu Park (sebenarnya
lebih seru Bugis Waterpark Adventure sih…). Di NDayu Park aku naik bebek apung
bertiga sama Adek Iin and Kakak Nong, tidak lupa take many pictures, trus
berenang #lebih tepatnya berendam and main air* deh di kolam yang sebenarnya
untuk anak-anak. Aku bersyukur bisa liburan bersama keluarga yang ku sayangi.
Alhamdulillah :D
On August, 03rd
2014, aku mesti kembali ke Sul-Sel. Yah aku sedih, aku ada di Sragen tidak
cukup 1 minggu, kalau Kakak Nong and keluargaku yang lain sih enak, lebih dari
1 minggu, mereka bisa merasakan puasa di Sragen, terawih, takbiran keliling,
bisa lebih akrab sama keluarga di sana, etc. Sedangkan aku? Aku sampai di
Sragen tuh malam takbiran, semua orang sudah pada sibuk, aku sampai di sana aja,
cuman disambut sama Mbah Putri. Aku mau akrab sama keluarga di sana, tapi
rasanya butuh waktu lama untuk bisa nyambung #aku kan laload gitu lho. Pengen
nangis sebenarnya, tapi ku tahan-tahan, malu sama kucing, mending tidur deh
daripada diajak cerita tapi lama nyambungnya dan ujung-ujungnya dibully tidak
tahu Bahasa Jawa. Ahh ya sudahlah, finally aku pulang dengan melihat tangisan
Mbah Putri. Sebenarnya kami pengen banget ngajak Mbah Putri tinggal di Takalar,
tapi Mbah Putri tidak mau. Yang paling membuat hatiku perih sih katanya Mbah
Putri tidak mau ikut ke Takalar karena beliau masih menunggu Mbah Kakung pulang
ke rumah. Actually, it’s so sweet, tapi sangat amat mengiris hati. Untuk Mbah
Putri, don’t cry and take care please, whatever you want to do, we’ll always
love you forever and wherever we go.
Well, semua
itu sudah terjadi di tahun 2014, mudah-mudahan di tahun 2015 aku bisa menjadi
orang yang lebih baik dari yang sekarang. Semoga segala masalah yang akan
datang kepadaku dan kepada semua orang yang ku sayangi bisa dihadapi dan
diatasi dengan baik dan semoga Allah Swt. senantiasa meridhoi jalan kami. Amiin
Well, I think
that’s all, thank you so much ^_^
Happy new
year 2015!!


