About us

This blog just contains the light reading about the things that I love about. I also share my knowledge on my other blog: naimatunisa.blogspot.com. Well, happy reading guys!

Senin, 17 April 2023

Jodoh dan Perjodohan


Tentang jodoh, semua wanita pasti mengharapkan bisa bertemu dengan jodoh yang tepat. Di usiaku yang sekarang ini, banyak banget orang di sekitarku ngebet banget ingin aku segera menemukan jodohku. Segera menikah dan memiliki keluarga. 

Aku bukannya tidak mau menikah, tapi menemukan seseorang yang tepat itu betul-betul sulit bagiku. Apalagi aku adalah introvert, yang tidak mudah akrab dengan orang lain. Aku orang yang sangat tertutup dan sering merasa tidak penting menceritakan hal-hal yang terjadi dalam hidupku. Energiku selalu terasa terkuras ketika berada di tengah keramaian. Aku mengharapkan bisa bertemu dengan seseorang yang mengerti akan keadaanku ini. Seseorang yang bisa ku jadikan sebuah rumah untuk pulang dan juga menjadikanku rumah untuknya.

Akhir-akhir ini pun banyak yang menjodoh-jodohkanku. Bukannya aku jual mahal, tapi aku juga ingin merasa diperjuangkan. Mereka yang ingin dekat, selalu saja hanya stuck di "si perantara." Jika si perantara tidak mendapatkan kata ya dariku, tak ada satupun dari mereka yang muncul menunjukkan effort-nya. Lah bagaimana aku bisa mengenal jika mereka hanya berlindung di bawah ketiak si perantara? Data diri atau foto pun tak dibagi, heran. Please, buat yang mau jadi perantara, setidaknya siapkan dong data diri si dia yang mau dikenalkan. Bukan langsung nanya, "mau nda sama keponakanku?"/"mau nda sama anakku?"/"mau nda sama sepupuku?" Hei, mereka bukan coklat ataupun wafer yang kalau ditawari kemungkinan besar langsung ku iyakan, mereka tuh manusia yang punya kepribadiannya masing-masing. Saya sangat dan amat perlu mengenal mereka terlebih dahulu. Karena lebih baik tidak menikah daripada menikah dengan orang yang tidak tepat.

Pernikahan bukan hubungan sehari dua hari saja. Pernikahan itu ibadah seumur hidup. Jika menikah dengan yang tidak tepat, bagaimana bisa dijalankan dengan keikhlasan? 

Aku tidak menuntut kesempurnaan, karena aku pun tidak sempurna. Aku hanya butuh seseorang yang sefrekuensi denganku. Seseorang yang membuatku jadi "utuh" dan juga merasa utuh bersamaku.

Entah siapa yang jadi jodohku kelak, tapi aku berharap kami punya komunikasi yang baik. Aku berharap dia bisa menjadi imam yang membimbingku ke jalan yang benar dengan ketegasan yang lembut. Aku berharap hari-hari kami bisa diisi dengan diskusi santai dan asik. Hingga tak ada rasa jenuh.

Aku tahu setiap pernikahan memiliki cobaannya atau ujiannya masing-masing. Tapi aku berharap jodohku kelak bisa menjadi teman hidup yang benar-benar menemaniku menghadapi segala ujian yang datang.

"Ya Allah, yang Maha Pengasih, kabulkanlah doa hamba. Pertemukanlah hamba dengan seseorang yang hamba harapkan. Aamiin."